Pernikahan dini atau pernikahan yang dilakukan diusia belia dewasa ini semakin meningkat. Tidak hanya secara umum ditingkat DIJ, namun terjadi juga di Kulonprogo. Hal tersebut menjadi salah satu keprihatinan bagi semua pihak termasuk bagi kaum muda sendiri.
Peningkatan terjadinya pernikahan dini ini lebih disebabkan adanya pengaruh dari budaya luar, pergaulan remaja masa kini yang terlalu bebas dan perilaku kehidupan reproduksi yang kurang sehat.
Ketua Youth Forum Kulonprogo Natalia Desy Trijayanti menyatakan survey yang telah dilakukan oleh Youth Forum mendapatkan kenyataan bahwa banyak remaja memiliki pengalaman seks sejak usia di bawah 17 tahun.
"44% responden mengaku punya pengalaman seks pada usia 16 sampai 18 tahun. Bahkan 16% lainnya mengaku punya pengalaman seks sejak usia 13 sampai 15 tahun",terangnya dalam seminar 'Perempuan,Pernikahan Dini dan Penegakan Hak Asasi Perempuan, di Gedung PDHI Wates, Kulonprogo.
Natalie menyatakan bahwa semestinya remaja masa kini harus memiliki pengetahuan yang luas mengenai seks sehingga tidak terjebak pada pergaulan bebas. Serta harus memiliki harga diri yang positif dan penghargaan yang kuat terhadap diri dan orang lain. "Kita juga dituntut untuk mampu mempertimbangkan segala resiko dari perilaku yang kita lakukan sebelum mengambil keputusan,"imbuhnya.
Hal senada diungkapkan oleh peserta seminar asal MAN Wates Nur Purwanti yang menyatakan bahwa remaja seperti dirinya jangan sampai terjebak dalam pernikahan dini."Anak seumuran saya harusnya ya menyelesaikan sekolah bukannya mengurus rumah tangga,"ujar siswi kelas II ini.
Kasi Penerangan Kanwil Depag Kulonprogo M Wahib Jamil menambahkan bahwa sudah ada kebijakan pemerintah mengenai pernikahan dini, perempuan dan hak asasi manusia. Yakni melaksanakan perkawinan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku, melakukan pembinaan dan pelayanan pada masyarakat dalam bidang perkawinan."Jangan sampai remaja kita terjerumus pada kegiatan yang merugikan terutama bagi remaja putrid,"jelasnya.
Senin, 15 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar